PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pertapaan Rawaseneng, Keuskupan Agung Semarang, menjadi saksi semangat misioner remaja Katolik dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk Palangka Raya. Dalam kegiatan Pertemuan Nasional (Pernas) II Teen School of Mission (TSoM) angkatan ke-5 ini utusan Keuskupan Palangka Raya mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 5–8 Juli 2025 bertajuk “Doa dan Bekerja” ini.

Utusan Keuskupan Palangka Raya menjadi bagian dari kegiatan yang diikuti oleh 100 peserta dari 16 keuskupan se-Indonesia.

Mereka datang untuk memperdalam pemahaman akan pentingnya doa, keheningan, dan kerja sebagai kekuatan utama dalam bermisi.

Dalam pengantar pembukaan kegiatan, Rm. Alfonsus Widhiwiryawan, SX, selaku perwakilan dari Komisi Kepemudaan KKI-KKM KWI dan Direktorat Nasional KKI, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk penyadaran bagi para remaja TSoM.

“Doa, hening, dan kerja bukan hanya aktivitas rohani, tetapi fondasi utama dalam hidup bermisi. Inilah kekuatan mendasar yang harus dimiliki setiap pewarta muda,” tegasnya.

Kegiatan TSoM V ini diikuti oleh peserta dari Keuskupan Agung Semarang, Bandung, Surabaya, Padang, Sibolga, Manado, Monokwari-Sorong, Larantuka, Tanjungkarang, Agung Palembang, Pangkalpinang, Palangka Raya, Agung Samarinda, Tanjung Selor, Agung Pontianak, dan Ketapang. Keberagaman asal peserta mencerminkan semangat kebersamaan dan kesatuan dalam Gereja Katolik Indonesia.

Selama empat hari, para peserta diajak untuk mengalami hidup doa dan keheningan dalam suasana pertapaan. Mereka juga dilatih untuk mengintegrasikan nilai kerja keras dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kesaksian iman. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk karakter misioner yang tangguh dan berakar pada spiritualitas Kristiani.

Selain sesi refleksi dan pembinaan rohani, kegiatan ini juga diwarnai dengan dinamika kelompok, sharing iman, dan perayaan Ekaristi harian. Semua rangkaian kegiatan dirancang untuk menumbuhkan kesadaran bahwa misi bukan sekadar tugas keluar, tetapi dimulai dari dalam: dari hati yang hening, jiwa yang tekun berdoa, dan tangan yang siap bekerja.

Dengan semangat yang dibangun dalam Pernas II ini, para remaja TSoM diharapkan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Mereka dipanggil untuk menjadi terang dan garam dunia, membawa nilai-nilai Injil melalui tindakan nyata yang berakar pada doa, keheningan, dan kerja. (TESTI PRISCILLA/H)