BORNEONEWS, Palangka Raya – Guru-guru di Kalimantan Tengah didorong untuk memanfaatkan sistem pembelajaran hybrid sebagai bagian dari beban jam mengajar resmi.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo mengatakan, penerapan hybrid mengacu pada kebijakan baru Kementerian Pendidikan yang menurunkan beban minimal mengajar dari 24 jam menjadi 18 jam per minggu.
“Sekarang ada jadwal guru mengajar secara hybrid, saya ingin saat mereka mengajar hybrid itu masuk ke jam mereka mengajar,” kata Reza di Palangka Raya, baru-baru ini.
Selain itu, guru didorong mengajar lintas sekolah secara virtual, memanfaatkan jaringan digital dan TV interaktif yang sudah tersedia.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kolaborasi antar satuan pendidikan dan mendorong pelaksanaan Merdeka Belajar.
Reza menegaskan, pendidikan di Kalteng harus adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya transformasi pendidikan di Kalimantan Tengah. (HERMAWAN DP/H)
Guru Kalteng Diminta Adaptif dengan Pembelajaran Hybrid dan Digitalisasi
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
Komentar (0)
Memuat komentar…







