PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo menanggapi kritik terkait pengadaan TV interaktif di sekolah.

Ia mengatakan kebijakan itu berdasarkan usulan sekolah dan data Dapodik yang mencatat tingkat kebutuhan masing-masing sekolah.

“Saya pernah dibully, dihujat karena pengadaan TV interaktif ini. Katanya, sekolah kita masih banyak yang rusak. Tapi saya ingin tegaskan, setiap kebijakan harus berdasarkan data dan kebutuhan,” kata Reza di Palangka Raya, baru-baru ini.

Menurutnya, jumlah sekolah dengan kondisi rusak berat tidak sampai 10 persen dan perbaikan infrastruktur tetap berjalan.

Tahun ini, Pemprov Kalteng mendapatkan anggaran revitalisasi untuk 30 sekolah, termasuk pembangunan unit sekolah baru.

Ia menyebut dukungan Menteri Pendidikan mempercepat perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di Kalteng. Reza menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi di sekolah adalah bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan. (HERMAWAN DP/H)