BORNEONEWS, Kasongan – Bupati Katingan, Saiful, membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XVII tingkat Kabupaten Katingan di halaman sekretariat Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) pada Minggu malam, 6 Juli 2025.
Dalam sambutannya, Bupati Saiful menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tahunan ini.
Ia menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, melainkan momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial masyarakat Katingan yang pluralistik.
"Sungguh merupakan suatu kebahagiaan bagi kita semua, malam ini kita dapat berkumpul di Kasongan bersama para alim ulama, para penghapal dan pembaca Al-Qur'an, kaum muslimin dan muslimat, serta seluruh masyarakat dalam pembukaan MTQ XVII tingkat Kabupaten Katingan tahun 2025," ujar Saiful dalam pidatonya.
Bupati Saiful lebih lanjut menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah sumber utama pedoman hidup umat Islam, yang mencakup aspek keimanan, ibadah, nilai-nilai sosial, etika, dan keilmuan.
Ia menyebut Al-Qur'an sebagai "kalam Ilahi yang diturunkan sebagai mukjizat kepada Nabi Muhammad SAW."
--page
Dalam kesempatan itu, Bupati Saiful turut menyoroti pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi di tengah kemajemukan masyarakat Katingan yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, dan agama. Ia mengapresiasi keberhasilan umat Islam di Katingan yang telah menunjukkan wajah Islam yang rahmatan lil alamin, yakni Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam semesta.
"Meskipun ada keragaman suku, bahasa, dan agama, masyarakat Kabupaten Katingan dapat hidup berdampingan satu sama lain, saling hormat menghargai. Ini mencerminkan keberhasilan pembangunan mental spiritual di daerah kita," kata Saiful.
Pemerintah Kabupaten Katingan menjadikan pembangunan di bidang keagamaan dan spiritual sebagai prioritas penting untuk membentuk masyarakat yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Bupati mengajak para tokoh agama, alim ulama, dan pemuka masyarakat untuk terus membina umat agar senantiasa berada dalam naungan Al-Qur'an.
"Saya mengajak seluruh pemimpin umat untuk terus membimbing masyarakat menjauhi tindakan tercela, menyebarkan Islam yang damai, dan menyelesaikan perbedaan dengan dialog, musyawarah, dan mufakat," tuturnya.
Bupati Saiful menjelaskan bahwa MTQ telah menjadi tradisi keagamaan yang tidak hanya mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam menumbuhkan semangat cinta Al-Qur'an di tengah masyarakat yang kini dihadapkan pada derasnya arus perubahan sosial dan budaya.
Kepada para peserta yang berasal dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Katingan, Bupati Saiful memberikan semangat untuk berkompetisi secara maksimal dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. "Selamat berlomba kepada seluruh kafilah. Tunjukkan kemampuan terbaik Saudara dengan penuh keikhlasan. Kompetisi ini bukan semata soal menang atau kalah, melainkan bagaimana kita menjadikannya sebagai jalan menuju ridho Allah SWT," pesannya.
--page
Ia juga berpesan kepada dewan hakim dan juri untuk bersikap adil, objektif, dan menjunjung tinggi integritas. "Saya harap dewan juri melaksanakan tugas dengan menjunjung keadilan. Ingat, pertanggungjawaban tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada Allah SWT. Pilihlah yang terbaik untuk mewakili Katingan di tingkat yang lebih tinggi," tandasnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Saiful berharap agar MTQ ke-XVII ini tidak hanya menjadi ajang seleksi qari dan qariah terbaik, tetapi juga menjadi media untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur'an di seluruh sendi kehidupan masyarakat.
"Mari jadikan MTQ ini sebagai momentum untuk memperkokoh ukhuwah dan menebarkan syiar Islam. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan manfaat besar bagi kita semua," tutupnya.
Ketua panitia pelaksana, Almujahidin, menyampaikan bahwa MTQ XVII Kabupaten Katingan ini diikuti oleh ratusan peserta dari 13 kecamatan dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Berbagai cabang perlombaan akan digelar, termasuk tilawah, tahfiz, dan tafsir. Ajang ini sekaligus menjadi seleksi awal bagi peserta yang akan mewakili Katingan pada MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara. (ABDUL GOFUR/Y)









