PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN Perwakilan Kalimantan Tengah meluncurkan program inovatif bertajuk SIDAYA yakni Sinergi Lansia Berdaya dalam rangkaian kegiatan Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota Aksi Konvergensi Penurunan Stunting 2025 yang digelar baru-baru ini. Program ini bertujuan memberdayakan kelompok lanjut usia agar tetap produktif, sehat, dan bahagia, sekaligus berperan aktif dalam pengasuhan lintas generasi.

Kepala Perwakilan BKKBN Kalteng, Sunarto, menjelaskan bahwa SIDAYA merupakan bentuk konkret dari komitmen BKKBN dalam membangun keluarga berkualitas di seluruh siklus kehidupan.

"Lansia bukan beban, melainkan aset sosial yang memiliki pengalaman dan nilai-nilai luhur yang bisa diwariskan. Melalui SIDAYA, kami ingin memastikan mereka tetap berdaya dan berkontribusi," ujarnya.

Program SIDAYA mengintegrasikan tiga pilar utama: edukasi, kewirausahaan, dan layanan kesehatan. Lansia diberikan pelatihan keterampilan, pendampingan usaha kecil, serta akses terhadap pemeriksaan kesehatan rutin. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup lansia sekaligus memperkuat peran mereka dalam keluarga dan masyarakat.

Selain aspek produktivitas, SIDAYA juga menekankan pentingnya peran lansia dalam pengasuhan cucu dan pembentukan karakter generasi muda.

“Pengasuhan lintas generasi menjadi salah satu kekuatan budaya kita. Lansia bisa menjadi figur teladan dan penjaga nilai-nilai keluarga,” tambah Sunarto.

--page

Dalam konteks penurunan stunting, keterlibatan lansia dinilai strategis. Mereka dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar, terutama dalam menyebarkan informasi gizi, pola asuh, dan kesehatan keluarga.

“Kami ingin membangun ekosistem keluarga yang saling mendukung, dan lansia adalah bagian penting dari itu,” tegas Sunarto.

Peluncuran SIDAYA menjadi bagian dari upaya konvergensi lintas sektor yang dilakukan BKKBN bersama pemerintah daerah dan mitra pembangunan. Dengan semangat kolaborasi, program ini diharapkan mampu menciptakan lansia yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga aktif secara sosial dan ekonomi. (TESTI PRISCILLA/Y)