PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gereja Maranatha GKE akan dibangun kembali dengan konsep modern dan ikonik. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Panitia Pembangunan, Rawing Rambang, usai penyerahan resmi Dokumen Perencanaan Pembangunan kepada Dinas PUPR Kalimantan Tengah.

"Penyerahan dokumen ini adalah langkah awal yang penting. Kami berharap Dinas PUPR segera memprosesnya agar pembangunan bisa segera dimulai," ujar Rawing pada Senin, 7 Juli 2025.

Ia menambahkan bahwa seluruh proses akan mengikuti ketentuan teknis dan administratif yang berlaku.

Rawing juga menyoroti pentingnya dukungan dari pemerintah daerah, khususnya Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran.

"Kami sangat menghargai perhatian dan bantuan penuh dari Bapak Gubernur. Ini adalah bentuk nyata komitmen beliau terhadap pembangunan rumah ibadah," katanya.

Pembangunan gereja ini memiliki nilai historis tersendiri. Gereja lama terbakar pada 2024, dan saat itu Gubernur Agustiar Sabran berjanji akan membangun kembali gereja tersebut. Janji itu ditepati melalui peletakan batu pertama pada 12 April 2025.

--page

Menurut Rawing, gereja ini dirancang bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol kemajuan dan keberagaman.

"Kami ingin gereja ini menjadi ikon baru Palangkaraya dan Kalimantan Tengah, mencerminkan semangat toleransi dan modernitas," ujarnya.

Panitia menargetkan pembangunan selesai pada pertengahan Juli 2026. "Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar proses ini berjalan lancar dan gereja bisa segera digunakan," tutup Rawing. (TESTI PRISCILLA/Y)