PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Amin yang berlokasi di Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Agus Setiawan, menyampaikan bahwa pesantren yang dipimpinnya terus mengembangkan berbagai produk mandiri untuk menopang kemandirian ekonomi lembaga pendidikan tersebut.

Adapun produk yang saat ini dikelola oleh pesantren antara lain kerupuk, keripik, amplang, serta unit usaha penggilingan padi. Seluruh kegiatan produksi dilakukan oleh santri dan pengelola pesantren, sebagai bagian dari upaya membangun keterampilan kewirausahaan dan ketahanan ekonomi berbasis pesantren.

“Produk-produk ini bukan hanya dikonsumsi untuk kebutuhan internal pesantren, tapi juga dipasarkan ke masyarakat sekitar. Dengan begitu, ada sirkulasi ekonomi yang mendukung operasional dan keberlangsungan pendidikan di Pondok Pesantren Al Amin,” ujar Agus, Senin 7 Juli 2025.

Selain meningkatkan ekonomi pesantren, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran keterampilan bagi para santri, agar setelah lulus mereka memiliki bekal untuk mandiri secara ekonomi di tengah masyarakat.

Agus menambahkan, unit penggilingan padi yang dikelola Yayasan turut membantu warga sekitar, terutama petani lokal, dalam memproses hasil panen. Hal ini memperkuat peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan mitra pembangunan ekonomi desa.

--page

Kegiatan ekonomi produktif ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, yang selama ini turut mendampingi pesantren dalam penguatan kapasitas usaha dan akses pasar.

“Kami berkomitmen menjadikan Pondok Pesantren Al Amin sebagai pesantren mandiri yang mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi lokal,” tutup Agus.

Dengan sinergi antara pendidikan, keterampilan, dan kewirausahaan, Pondok Pesantren Al Amin semakin menunjukkan kiprah sebagai pesantren berbasis ekonomi produktif yang berdaya saing dan berkelanjutan. (MARINI/Y)