BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dan kolaboratif dalam mengatasi kemiskinan.
Menurutnya, kemiskinan merupakan masalah kompleks yang memerlukan strategi menyeluruh dan melibatkan berbagai pihak, bukan hanya pemerintah saja.
Zaini menyatakan bahwa pengentasan kemiskinan membutuhkan peran aktif masyarakat, dunia usaha, dan semua elemen masyarakat.
Ia menggarisbawahi amanat konstitusi dalam Pasal 34 UUD 1945 yang mewajibkan negara untuk memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar. Hal ini menjadi landasan penting dalam menyusun program perlindungan sosial.
Wakil Wali Kota juga menyoroti perlunya inovasi dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi lokal Palangka Raya.
"Program pengentasan kemiskinan harus memperhatikan karakteristik wilayah dan potensi ekonomi agar tepat sasaran," katanya, Selasa, 8 Juli 2025.
Zaini menekankan pentingnya intervensi kebijakan yang disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat.
Program yang dirancang harus mampu menjangkau langsung kelompok masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah dengan akses pembangunan yang masih terbatas.
Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi dan sinergi antar lembaga pemerintah dalam merumuskan strategi penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan.
Penanggulangan kemiskinan harus dirancang secara lintas sektor dan lintas wilayah, serta dilaksanakan secara konsisten.
Zaini berharap rapat koordinasi (rakor) terkait penanggulangan kemiskinan dapat menghasilkan kebijakan dan program yang terstruktur dan berdampak nyata bagi masyarakat Palangka Raya.
"Saya menekankan pentingnya program yang tidak hanya terencana dengan baik, tetapi juga mampu mengurangi angka kemiskinan secara signifikan," pungkasnya. (PATHUR/R)









