PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Yayasan Al Azhar Kotawaringin Barat (Kobar) secara resmi melaunching Dapur Pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 8 Juli 2025.

Kegiatan ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Wakil Bupati Kobar, Suyanto bertempat di ruko Kawasan Bundaran Obor, Pangkalan Bun

Peluncuran dapur MBG ini sekaligus menandai dimulainya program pemenuhan gizi untuk masyarakat, khususnya bagi penerima manfaat dalam radius 6 kilometer dari lokasi dapur.

Yayasan Al Azhar menjadi satu-satunya lembaga di Kalimantan Tengah yang telah mengantongi izin dan terverifikasi sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Badan Gizi Nasional.

SPPG adalah unit layanan yang didirikan, untuk mendukung distribusi makanan bergizi sesuai standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Ketua Yayasan Al Azhar Kobar, Mulyono, mengungkapkan bahwa program dapur makan bergizi gratis ini mulai beroperasi hari ini. Satu titik dapur dapat melayani hingga 3.500 porsi makanan, tergantung pada kapasitas dan kemampuan yayasan.

“Pada hari ini, program makan bergizi sudah kami mulai. Kapasitas satu dapur itu idealnya untuk 3.500 penerima manfaat, namun tetap disesuaikan dengan kemampuan kita,” ujar Mulyono.

Ia menambahkan hadirnya SPPG ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi stimulan ekonomi lokal karena akan menyerap hasil produksi petani dan peternak setempat.

“Kebutuhan seperti telur bisa langsung kami ambil dari peternak lokal. Begitu juga dengan buah-buahan seperti pisang, kami upayakan untuk membeli dari petani sekitar. Jadi tidak hanya soal gizi, tapi juga berdampak ekonomi bagi masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, dalam satu porsi makan bergizi, nilai anggarannya adalah Rp10 ribu. Meskipun biaya hidup dan harga bahan pokok di Kalimantan berbeda dengan di Jawa, pihak yayasan tetap berupaya agar kualitas gizi dalam makanan sesuai dengan standar program nasional MBG.

“Dengan nilai Rp10 ribu per porsi, kami tetap berupaya agar kualitas makanannya sesuai ketentuan MBG. Tentu ada tantangan dari sisi harga bahan pokok, tapi itu jadi bagian dari komitmen kami,” pungkasnya. (DANANG/R)