PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penanganan stunting di Kalimantan Tengah membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Tengah, Sunarto, dalam kegiatan Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota Aksi Konvergensi Penurunan Stunting 2025 yang digelar baru-baru ini.

Menurut Sunarto, stunting bukan hanya persoalan gizi semata, melainkan juga menyangkut aspek sosial, ekonomi, dan budaya yang kompleks. Oleh karena itu, pendekatan multipihak menjadi sangat penting.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah daerah, sektor swasta, organisasi masyarakat, hingga tokoh agama harus bersinergi untuk menciptakan intervensi yang terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa konvergensi program di tingkat keluarga menjadi titik krusial dalam upaya pencegahan stunting. Intervensi yang dilakukan harus menyasar langsung rumah tangga berisiko, dengan dukungan data yang akurat dan pemantauan yang konsisten.

“Keluarga adalah garda terdepan. Maka, semua program harus bermuara pada penguatan kapasitas keluarga,” tegas Sunarto.

Dalam kegiatan penilaian tersebut, sejumlah kabupaten/kota memaparkan capaian dan tantangan dalam pelaksanaan aksi konvergensi.

Sunarto mengapresiasi upaya yang telah dilakukan, namun mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, terutama dalam hal perubahan perilaku dan peningkatan kualitas layanan dasar.

Sementara itu, Efendi, salah satu peserta kegiatan, menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam mendukung program pemerintah.

“Kolaborasi dengan dunia usaha bisa memperluas jangkauan intervensi, baik melalui CSR maupun kemitraan strategis lainnya,” katanya. Ia menilai bahwa pendekatan kolaboratif akan memperkuat dampak program di tingkat akar rumput.

Kegiatan penilaian ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam menurunkan angka stunting di Kalimantan Tengah.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi multipihak, diharapkan target penurunan stunting nasional dapat tercapai secara optimal.(TESTI PRISCILLA/R)