PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat penurunan signifikan pada nilai impor daerah tersebut selama periode Januari hingga Mei 2025. Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa nilai impor mencapai US$14,58 juta, turun 52,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$30,73 juta.

Tak hanya dari sisi nilai, volume impor juga mengalami penurunan tajam. “Volume impor Kalimantan Tengah turun sebesar 46,51 persen, dari 29,50 ribu ton menjadi 15,78 ribu ton,” ujar Agnes pada Selasa, 8 Juli 2025.

Penurunan ini mencerminkan melemahnya permintaan terhadap barang-barang impor, baik dari sektor migas maupun nonmigas.

Agnes menjelaskan bahwa penurunan nilai impor terutama disebabkan oleh merosotnya impor pada sektor migas dan nonmigas. Impor sektor migas turun sebesar US$3,42 juta atau 54,72 persen, dari US$6,25 juta menjadi US$2,83 juta.

“Penurunan ini didorong oleh turunnya nilai impor pada kelompok komoditas bahan bakar mineral,” jelasnya.

--page

Sementara itu, sektor nonmigas juga mencatat penurunan yang signifikan. Nilai impor sektor ini turun sebesar US$12,73 juta atau 52,00 persen. Penurunan terbesar terjadi pada kelompok komoditas mesin dan pesawat mekanik, yang anjlok sebesar US$10,73 juta atau 54,52 persen.

“Ini menunjukkan adanya perlambatan aktivitas industri yang bergantung pada peralatan mekanik dari luar negeri,” tambah Agnes.

Jika dilihat secara bulanan, tren penurunan impor juga terlihat jelas. Pada Mei 2025, nilai impor Kalimantan Tengah hanya mencapai US$0,61 juta, turun 68,23 persen dibandingkan Mei 2024 yang tercatat sebesar US$1,92 juta. Penurunan ini menjadi yang paling tajam dalam lima bulan terakhir.

Agnes menekankan bahwa tren penurunan ini perlu dicermati lebih lanjut, terutama dalam konteks pemulihan ekonomi dan ketahanan industri lokal.

“Kami akan terus memantau dinamika perdagangan luar negeri ini sebagai salah satu indikator penting dalam perencanaan pembangunan daerah,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)