BORNEONEWS, Palangka Raya — Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi potensi lonjakan harga cabai yang kerap terjadi, terutama saat musim tanam terganggu.
"Pemerintah daerah harus sigap. Jika perlu dilakukan penanaman cabai di daerah masing-masing, maka hal itu harus segera dilaksanakan sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan," ungkap Khemal, Selasa, 8 Juli 2025.
Ia juga menekankan pentingnya menjalin kerja sama antarwilayah, baik antarkabupaten/kota dalam provinsi maupun antarprovinsi, guna memastikan distribusi dan suplai cabai tetap lancar.
"Kolaborasi antarwilayah sangat penting. Dengan adanya kerja sama yang baik, maka pasokan tetap tersedia dan harga tetap terjangkau oleh masyarakat," tambahnya.
Menurut Khemal, stabilisasi harga bahan pokok seperti cabai bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut daya beli dan kesejahteraan masyarakat secara umum.
--page
Ia berharap, instansi terkait segera menyusun langkah konkret agar gejolak harga dapat diminimalisasi. (MARINI/y)









