BORNEONEWS, Sampit – Setelah bertahun-tahun tidak tersentuh pembangunan, Jalan Bumi Ayu di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akhirnya akan ditingkatkan.
Hal ini merupakan hasil perjuangan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Sutik yang menampung dan memperjuangkan aspirasi warga saat melaksanakan reses perorangan di wilayah tersebut.
Sutik mengatakan, Jalan Bumi Ayu selama ini luput dari perhatian karena keterbatasan anggaran dari pemerintah kabupaten. Namun berkat koordinasi dan komunikasi yang intensif, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran telah menyetujui alokasi anggaran untuk pembangunan jalan tersebut.
“Alhamdulillah, Gubernur Kalteng sudah menyetujui dan Insyaallah tahun ini mulai dikerjakan. Jalan Bumi Ayu itu akan dicor dari ujung Jalan Kapten Mulyono hingga Jembatan Sungai Pengaringan,” kata Sutik, Selasa, 8 Juli 2025.
Ia menjelaskan bahwa total dana aspirasi yang disalurkan ke wilayah Bumi Ayu mencapai hampir Rp3 miliar, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk pembangunan jalan, yakni sekitar Rp2 miliar. Selain jalan, dana juga digunakan untuk tempat ibadah, paguyuban, dan pertanian.
Lanjutnya, selain Jalan Bumi Ayu, 99 persen usulan saat reses perorangan pertama sudah disetujui Gubernur Kalteng. Sebagian usulan telah dikerjakan dan sebagian diperkirakan mulai dikebut bulan depan.
Menurut Sutik, aspirasi masyarakat di wilayah dapilnya mayoritas berfokus pada pembangunan infrastruktur jalan dan keagamaan. Ia menilai pembangunan jalan menjadi kebutuhan mendesak karena sangat berkaitan dengan mobilitas hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kalau jalannya bagus, masyarakat bisa lebih mudah mengangkut hasil pertanian dari ladang. Ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









