SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Perkumpulan Persaudaraan Pengangkut Sampah (Pedrosa) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dinilai membantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat dalam mengatasi msalah sampah. 

"Kawan-kawan Pedrosa ini sekarang menjadi mitra Dinas Lingkungan Hidup. Keberadaan mereka sangat membantu dan kami berterima kasih. Mereka juga punya komitmen tinggi membantu penanganan sampah," ujar Kepala DLH Kotim, Marjuki, Selasa, 8 Juli 2025.

Pedrosa, yang beranggotakan 70 orang dan tersebar di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang,  bertugas mengangkut sampah rumah tangga dari rumah warga ke delapan depo sampah di Sampit menggunakan kendaraan roda tiga. 

Sebagian besar anggota Pedrosa berlokasi di Mentawa Baru Ketapang, mengingat kepadatan penduduk di kecamatan tersebut yang menghasilkan volume sampah rumah tangga paling tinggi di Kotim.

Sistem kerja Pedrosa telah terintegrasi dengan DLH Kotim.  Sampah diangkut dari permukiman menuju depo sampah hanya ketika truk pengangkut sampah DLH sudah berada di lokasi depo.  Hal ini, menurut Marjuki, sangat efektif.

"Ini sangat efektif karena sampah tidak lagi sampai menumpuk di depo. Keberadaan Pedrosa juga membuat jumlah warga yang membuang sampah langsung ke depo semakin berkurang, sehingga bisa lebih tertib," tambah mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kotim tersebut.

Meskipun produksi sampah rumah tangga di Sampit mencapai 100-130 ton per hari, dan kapasitas pengangkutan masih di bawah 100 ton,  DLH Kotim berencana mengoptimalkan pemilahan sampah untuk mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di km 14 Jalan Jenderal Sudirman.

"Kami juga menghimbau masyarakat untuk disiplin membuang sampah di depo sesuai jam operasional, yaitu pukul 04.00 hingga 15.00 WIB.  Kepatuhan warga ini , sangat penting untuk mencegah penumpukan sampah di depo," tutupnya. (DEVIANA/H)