BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Sutik menampung aspirasi pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan drainase di sepanjang Jalan M Hatta atau Lingkar Selatan Sampit dan akan diusulkan dalam pembahasan APBD Murni 2026.
“Untuk PJU dan drainase di Jalan M Hatta atau Lingkar Selatan akan saya usulkan pada pembahasan anggaran murni 2026,” kata Sutik saat reses perorangan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Selasa, 8 Juli 2025.
Reses tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD Provinsi untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 yang meliputi Kotawaringin Timur dan Seruyan. Menurut Sutik, sebagian besar aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan infrastruktur jalan dan keagamaan.
Saat kunjungannya, Sutik meninjau Jalan Lingkar Selatan Sampit yang saat ini sedang tahap pembangunan. Dirinya memberikan apresiasi kepada Gubernur Kalteng Australia Sabran atas respons cepat terhadap keluhan warga mengenai kondisi Jalan Lingkar Selatan yang sebelumnya rusak parah.
Lebih lanjut, Sutik menyebut 99 persen usulan hasil reses perorangan pertamanya telah disetujui Gubernur dan siap dikerjakan tahun ini, termasuk beberapa titik jalan lingkungan, tempat ibadah, dan bantuan pertanian.
Sementara itu, Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah menyambut kedatangan Sutik. Ia menambahkan, usulan PJU dan drainase sangat penting untuk menunjang keamanan dan kenyamanan warga di Jalan Lingkar Selatan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.
“Kami harap perbaikan jalan dibarengi dengan penerangan jalan umum. Jangan sampai nanti jalannya mulus, tapi gelap. Itu bisa memicu munculnya aktivitas yang tidak diinginkan seperti balap liar,” ujar Irpansyah.
Ia juga menyoroti pentingnya normalisasi saluran air, dengan usulan pengerukan drainase di sepanjang jalur tersebut agar tidak menimbulkan genangan atau banjir saat musim hujan tiba.
“Karena percuma jalan diperbaiki kalau drainasenya mampet jalan bisa cepat rusak,” pungkas Irpansyah. (DEWI PATMALASARI/H)









