TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Rutan Kelas IIB Tamiang Layang menjalin kerja sama strategis dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Barito Timur.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di ruang kerja Kepala Kesbangpol, Selasa, 8 Juli 2025.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, dan Kepala Badan Kesbangpol Barito Timur, Anda Kriselina, yang masing-masing didampingi jajaran pejabat struktural kedua lembaga.

Agung Novarianto menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Rutan untuk membekali warga binaan maupun pegawai dengan wawasan kebangsaan dan pemahaman ideologi yang kokoh. 

“Materi dasar tentang ideologi Pancasila dan dinamika politik di tingkat lokal sangat penting agar warga binaan mampu berpikir kritis dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat setelah bebas nanti,” ujarnya.

Agung menyampaikan bahwa kerja sama ini tidak hanya terkait dengan isu politik dalam konteks pemilu, tetapi juga mencakup upaya membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang sadar hukum, nasionalis dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan.

ota Kesepahaman ini mencakup sejumlah poin penting, di antaranya peningkatan pemahaman ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, edukasi politik yang objektif dan mencerdaskan, pemeliharaan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya, serta peningkatan partisipasi dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Barito Timur, Anda Kriselina, menyambut baik kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mendukung pelaksanaan program pembinaan ini. 

“Kami siap bersinergi melalui kegiatan penyuluhan, seminar, pelatihan, hingga sosialisasi dalam rangka pembentukan kepribadian warga binaan dan peningkatan wawasan pegawai Rutan,” tegasnya.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan pembinaan di Rutan Tamiang Layang dapat berjalan lebih komprehensif dan menyentuh aspek fundamental kebangsaan, sehingga warga binaan memiliki bekal nilai-nilai kebangsaan yang kuat saat kembali ke tengah masyarakat. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)