PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pelaksanaan MPLS hybrid di Kalimantan Tengah dinilai sebagai momentum bersejarah tidak hanya bagi daerah, namun juga bagi pendidikan Indonesia.

Hal ini disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo saat membuka kegiatan yang diikuti lebih dari 30.000 siswa, Selasa, 8 Juli 2025.

“Lebih dari 30.000 siswa kita hari ini ikut MPLS secara virtual. Ini bukan hanya pertama kali di Kalteng, tapi bahkan mungkin pertama kali di Indonesia,” kata Reza Prabowo.

Kegiatan ini dipusatkan di SMAN 1 Muara Teweh dan diikuti oleh seluruh SMA, SMK, dan SKH se-Kalteng secara daring.

Selain itu, MPLS juga dihadiri langsung Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran dan sejumlah pejabat seperti Pangdam XII/Tanjungpura, Kapolda Kalteng, Danrem 102/Pjg, dan Pj Bupati Barito Utara.

Reza juga menyampaikan bahwa siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu akan menerima bantuan seragam lengkap dari pemerintah provinsi.

Melalui MPLS digital ini, Kalteng memperkuat komitmen membangun pendidikan inklusif yang berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (HERMAWAN DP/H)