BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) memindahkan 10 narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya ke Lapas Kelas IIB Banjarbaru dan Lapas Kelas I Tangerang serta Nusakambangan.
"Pemindahan ini dilakukan untuk mengatasi over kapasitas lapas dan meningkatkan keamanan serta optimalisasi pembinaan narapidana," ungkap Kakanwil Ditjen PAS Kalteng I Putu Murdiana, Rabu, 9 Juli 2025.
Kegiatan pemindahan yang dipimpin langsung oleh Direktur Kepatuhan Internal Ditjen PAS, Lilik Sujandi, ini melibatkan 9 narapidana dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya dan 1 narapidana dari Rutan Kelas IIA Palangka Raya.
Proses pemindahan dilakukan dengan pengawalan ketat dan diawasi langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen PAS Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, beserta Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Leonard Silalahi.
Keberangkatan dari Palangka Raya dimulai pukul 23.30 WIB pada Senin, 7 Juli 2025, menggunakan Bus Transpas. Sebanyak delapan narapidana langsung diserahkan ke Lapas Kelas IIB Banjarbaru setibanya di sana. Sementara dua narapidana lainnya dititipkan sementara di Banjarbaru sebelum diterbangkan ke Jakarta pada Selasa, 8 Juli 2025 pukul 13.00 WITA.
Kedua narapidana yang dititipkan di Banjarbaru kemudian diterbangkan ke Jakarta untuk selanjutnya ditempatkan di Lapas Kelas I Tangerang dan Nusakambangan. Seluruh proses pemindahan dilakukan dengan pengawalan ketat oleh Tim Ditjen PAS sesuai prosedur keamanan.
Menurut I Putu Murdiana, pemindahan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengatasi kepadatan hunian di lembaga pemasyarakatan. Langkah ini juga bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas dan rutan, serta mendukung pembinaan yang lebih terfokus dan tepat sasaran.
Dengan pemindahan ini, diharapkan kondisi over kapasitas di Lapas dan Rutan Palangka Raya dapat berkurang, sehingga kualitas pembinaan narapidana dapat ditingkatkan.
"Ditjen PAS berkomitmen untuk terus berupaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif," pungkasnya. (PATHUR/H)









