BORNEONEWS, Palangka Raya - Kecelakaan kapal kembali terjadi di Sungai Barito. Sebuah tongkang batubara menabrak kapal motor penumpang rute Muara Teweh-Puruk Cahu di Desa Luwe Hulu, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Peristiwa ini menyebabkan sejumlah penumpang diduga menjadi korban.
Kepala Kantor SAR Palangka Raya, Anak Agung Alit Supartana, langsung memimpin proses pencarian korban. Ia mengungkapkan bahwa satu tim rescue dari BPBD Barito Utara telah diberangkatkan ke lokasi kejadian, dilengkapi dengan alat-alat SAR dan peralatan pendukung pencarian di air.
"Hari ini Tim SAR Gabungan akan melakukan penyisiran secara simultan, dari sekitar lokasi kejadian hingga 2 km ke arah hilir," ujar Alit, Rabu, 9 Juli 2025.
Namun, Tim SAR Gabungan menghadapi sejumlah kendala. Air sungai yang sangat keruh mengakibatkan visibilitas nol, sehingga penyelaman tidak direkomendasikan.
Arus sungai yang deras juga menambah kesulitan operasi pencarian. Selain itu, sinyal yang buruk di lokasi kejadian menghambat penyampaian informasi. Kondisi ini mempersulit upaya pencarian korban.
Hingga saat ini , Tim SAR Gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian korban. Tim gabungan terdiri dari Kantor SAR Palangka Raya, BPBD Barito Utara, Ditpolair Polda Kalteng, Polres Muara Teweh, Polsek Lahei, Babinsa, Dishub, dan masyarakat sekitar.
Upaya pencarian korban kecelakaan kapal di Sungai Barito terus dilakukan dengan maksimal. "Doa dan dukungan dari masyarakat diharapkan dapat membantu mempercepat proses pencarian dan penyelamatan korban," pungkasnya. (PATHUR/H)









