BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Warga Desa Anjir Serapat, Kapuas Timur khususnya yang sering menggunakan jembatan kayu di wilayahnya mengharapkan adanya perhatian pemerintah daerah terkait kondisi jembatan penyeberangan. Pasalnya, banyak jembatan yang hanya berkonstruksi kayu tersebut sudah lumayan berumur.
"Jembatan disini rata-rata usianya sudah di atas 25 tahun dan sebagian besar konstruksi dibuat dari kayu ulin," tukas Ari, warga Anjir Serapat pada Rabu, 9 Juli 2025
Robohnya jembatan kayu pada Bulan Mei lalu di Anjir Pasar, Barito Kuala tak jauh dari Anjir Serapat telah menjadi kecemasan sendiri bagi warga.
"Banyak warga yang cemas, ketika mengetahui adanya jembatan di Anjir Pasar, Barito Kuala dengan kondisi yang sama baru saja ambruk dikarenakan usia jembatan yang sudah berumur," tuturnya.
Diketahui jembayan kayu di wilayah Anjir merupakan akses vital masyarakat , hampir setiap hari banyak warga menggunakan jembatan untuk lalu lalang. Setelah tahu,ada jembatan ambruk dan kondisinya sama,membuat warga itu was-was ketika melewati jembatan.
--page
Adanya kejadian jembatan roboh di Anjir Pasar tersebut membuat warga Anjir Serapat berharap pemerintah bisa mengecek dan menangani jembatan. Ditakutkan kejadian serupa terjadi di wilayahnya. (SABRIANOOR/y)









