BORNEONEWS, Nanga Bulik - Upaya menciptakan generasi sehat dan berkualitas di Kabupaten Lamandau mendapat dorongan kuat melalui sinergi berbagai pihak. Pemerintah daerah kini mendorong keterlibatan lintas sektor, termasuk masyarakat dan dunia usaha, untuk aktif berperan dalam pencegahan stunting.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menegaskan bahwa komitmen pemerintah tidak hanya berhenti pada pelayanan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi demi mempercepat penurunan angka stunting. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen sangat krusial dalam memastikan tumbuh kembang anak-anak Lamandau berlangsung optimal.
"Kami ingin setiap anak di Lamandau tumbuh sehat dan cerdas. Untuk itu, intervensi gizi serta pelayanan kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi," ucap Rizky dalam sebuah forum di Nanga Bulik.
Ia juga menyoroti pentingnya aksi nyata dari sektor swasta dalam menyukseskan program pencegahan stunting. Menurutnya, kerja sama antarsektor bukan sekadar gagasan, tetapi merupakan kebutuhan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.
"Stunting bukan hanya isu kesehatan, tapi menyangkut masa depan dan daya saing daerah. Maka, semua pihak harus terlibat secara aktif dan terkoordinasi," tambahnya.
Senada, Ketua Tim Penggerak PKK Lamandau, Norol Latifah Rizky Aditya Putra, menyampaikan bahwa peran PKK berada di garda terdepan dalam menyentuh masyarakat secara langsung. Ia menyebutkan bahwa jaringan PKK hingga ke tingkat desa menjadi kekuatan penting dalam menyampaikan edukasi gizi dan kesehatan.
"PKK hadir sebagai mitra strategis pemerintah. Kami turun langsung ke lapangan, mendengarkan, dan memberikan pendampingan kepada keluarga-keluarga," jelas Norol.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, Kabupaten Lamandau berharap mampu menurunkan angka stunting secara signifikan dan mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan. (din)









