SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menghadapi kendala saat menangani kebakaran hebat yang terjadi di wilayah Bagandung, Desa Handil Sohor, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Selasa malam, 8 Juli 2025.

Plt Kepala Disdamkarmat Kotim Ati Maraahini menjelaskan bahwa keterbatasan akses menjadi hambatan utama. Lokasi kebakaran berada di pinggir sungai dengan infrastruktur jembatan kayu kecil yang rapuh, sehingga mobil pemadam sulit masuk langsung ke titik api.

“Malam itu orang melihat api sudah berkobar besar. Memang di situ daerah padat penduduk, tapi karena keadaan saat itu malam di pinggir sungai dan akses kami dari Damkar sulit masuk karena banyak jembatan kecil dan rapuh sehingga kami harus memutar lewat pasar ,” kata Ati, Rabu, 9 Juli 2025.

Meski demikian, penanganan kebakaran tetap bisa dilakukan dengan cepat berkat kesiapsiagaan relawan Damkar Samuda, yang dibantu oleh pihak Kepolisian dan TNI. Mereka sebelumnya telah mendapat pelatihan dari Disdamkarmat, sehingga mampu bertindak cepat bersama warga sebelum tim pemadam tiba di lokasi.

Insiden kebakaran ini menghanguskan satu unit rumah berukuran 8x20 meter milik warga bernama Sasi, yang dihuni oleh tiga orang. Selain itu, satu unit mobil yang saat itu terparkir dalam kondisi rusak dan satu sepeda motor juga ikut terbakar. Sebuah rumah walet yang berada di sekitar lokasi juga terdampak.

Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik, berdasarkan keterangan sementara dari warga dan tim di lapangan.

Disdamkarmat mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan padat penduduk dan sulit diakses, untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran dan memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik. (DEWI PATMALASARI/j)