BORNEONEWS, Pulang Pisau – Kepala Kelompok Tani Sumber Rejeki menyampaikan apresiasi terhadap program ketahanan pangan berupa penanaman jagung di lahan seluas 1 hektare di Kelurahan Kalawa, Kecamatan Kahayan Hilir, Rabu, 9 Juli 2025.
Ketua kelompok, Dewe Ubei, menyatakan bahwa meskipun program tersebut sangat bermanfaat, ada kendala utama yang dihadapi para petani, yaitu kondisi akses jalan menuju lahan yang masih berupa semak belukar dan belum memadai.
“Kami menghadapi kendala dalam menjalankan program ini karena akses jalan menuju kebun masih semak dan belum dibuka,” kata Dewe.
Menurutnya, kondisi tersebut menyulitkan petani untuk mengelola lahan secara optimal, terutama dalam hal transportasi alat dan hasil panen.
“Jika akses jalan tetap sulit, hasil pertanian jagung dikhawatirkan tidak maksimal,” tambahnya.
Dewe menjelaskan bahwa jarak dari pemukiman ke lokasi kebun mencapai sekitar 7 kilometer, sehingga petani sangat membutuhkan akses jalan yang layak agar kendaraan seperti sepeda motor dapat menjangkau area kebun dengan mudah.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dapat membantu membuka akses jalan, agar petani lebih mudah dan cepat sampai ke kebun,” ujarnya penuh harap. (RETHA/j)









