PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Bimbingan Teknis atau Bimtek Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing atau BIPA berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia atau SKKNI. Kegiatan ini mengangkat tema “Penyusunan Bahan Ajar Bermuatan Lokal Kalimantan Tengah” dan berlangsung selama tiga hari, dari 9 hingga 11 Juli 2025, di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Dr Sukardi Gau, yang menekankan pentingnya penguatan identitas lokal dalam pengajaran BIPA.

“Muatan lokal menjadi jembatan penting dalam mengenalkan budaya Indonesia, khususnya Kalimantan Tengah, kepada penutur asing,“ kata Sukardi kepada Borneonews pada Rabu, 9 Juli 2025.

Sebanyak 20 peserta dari berbagai latar belakang turut ambil bagian dalam bimtek ini. Mereka berasal dari perguruan tinggi seperti Universitas Palangka Raya, UIN Palangka Raya, IAHN Tampung Penyang, IAKN Palangka Raya, dan Universitas Kristen Palangka Raya. Selain itu, perwakilan dari PT Eagle High Plantations, Sekolah Bina Cita Utama, dan organisasi seperti IKADUBAS juga hadir.

Bimtek ini menghadirkan narasumber berpengalaman, termasuk pakar BIPA Cohyo Muthi, pegiat BIPA Mahiang, serta Ketua APPBIPA dan Tim Perumus SKKNI, Prof Gatut Sutanto. Mereka membagikan materi tentang penyusunan bahan ajar yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan pengajaran BIPA masa kini.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Kepakaran Layanan Profesional BIPA, Yohanes Tri Nugroho, turut memberikan panduan teknis dalam menyusun bahan ajar yang sesuai dengan SKKNI.

“Kami tekankan pentingnya kompetensi pedagogis dan pemahaman budaya lokal bagi para pengajar BIPA,“ tutur Yohanes.

Selama tiga hari, peserta akan terlibat aktif dalam diskusi, lokakarya, dan simulasi penyusunan bahan ajar. Hasil dari kegiatan ini berupa draf bahan ajar BIPA bermuatan lokal Kalimantan Tengah yang akan disempurnakan dalam lokakarya lanjutan.

Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kualitas pembelajaran BIPA di wilayah ini. (TESTI PRISCILLA/j)