BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat seluruh ekspor provinsi ini selama Januari hingga Mei 2025 berasal dari komoditas nonmigas dengan nilai mencapai US$1.428,37 juta. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 20,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai US$1.803,64 juta. Penurunan juga terjadi pada total volume ekspor, yakni sebesar 4,00 persen dibandingkan Januari hingga Mei tahun sebelumnya.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa meskipun terjadi penurunan secara keseluruhan, sektor industri pengolahan justru menunjukkan tren positif.
“Nilai ekspor hasil industri pengolahan Kalimantan Tengah pada Januari–Mei 2025 mencapai US$335,50 juta, naik 30,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya pada Kamis, 10 Juli 2025.
Kontribusi sektor industri pengolahan terhadap total ekspor Kalimantan Tengah mencapai 23,49 persen. Komoditas utama yang menopang pertumbuhan ini antara lain minyak kelapa sawit, karet remah, kayu olahan, kayu lapis, kimia dasar organik dari hasil pertanian, bungkil dan residu, veneer, karet buatan, makanan hewan, serta panel kayu lainnya.
Di sisi lain, sektor pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor Kalimantan Tengah mengalami penurunan signifikan.
“Nilai ekspor hasil tambang turun 29,81 persen dari US$1.537,92 juta pada Januari–Mei 2024 menjadi US$1.079,44 juta pada periode yang sama tahun ini,” jelas Agnes.
Meski mengalami penurunan, sektor tambang tetap mendominasi dengan kontribusi sebesar 75,57 persen terhadap total ekspor. Komoditas utama yang diekspor antara lain batu bara, bijih zirconium, niobium dan tantalum, lignit, bahan mineral lainnya, bijih titanium, serta zirconium silikat.
Agnes menambahkan bahwa dinamika ekspor ini mencerminkan tantangan global yang memengaruhi permintaan komoditas tambang, namun juga menunjukkan potensi pertumbuhan dari sektor industri pengolahan.
“Diversifikasi ekspor menjadi kunci untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah fluktuasi pasar global,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/j)









