PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah memprediksi puncak musim kemarau di wilayah ini terjadi pada Juli dan Agustus 2025.

Hal ini disampaikan Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kalteng Anton Budiyono dalam Rapat Evaluasi Satgas Karhutla, Rabu, 9 Juli 2025.

Ia melaporkan bahwa curah hujan pada periode Juli hingga September 2025 diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah.

“Tren cuaca yang kering dan potensi meningkatnya titik panas membuat kita semua harus meningkatkan kewaspadaan,” kata Anton Budiyono dalam rapat tersebut.

BPB-PK Kalteng mengaktifkan total 77 pos lapangan dengan dukungan 697 personel gabungan dari berbagai unsur.

Kepala Pelaksana BPB-PK Kalteng Ahmad Toyib menekankan pentingnya patroli intensif dan pemadaman dini terhadap Karhutla.

Seluruh sektor diimbau meningkatkan koordinasi lintas sektor dan menjaga kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kering. (HERMAWAN DP/j)