BORNEONEWS, Palangka Raya - Penggunaan biodiesel konsentrasi tinggi di sektor maritim menghadapi tantangan kompleks yang menuntut inovasi berkelanjutan. Dalam 8th Pekan Riset Sawit Indonesia atau PERISAI tahun 2024, tim peneliti mengangkat isu degradasi bahan bakar dan masalah filtrasi di kapal. Penelitian yang didanai oleh BPDP ini bertujuan mengembangkan solusi konkret untuk mendukung penggunaan biodiesel di lingkungan ekstrem laut.
Tim peneliti yang terdiri dari Ahmad Syihan Auzani, Muhammad Arif Budiyanto, dan rekan-rekannya, menyusun strategi yang meliputi pemetaan kualitas bahan bakar, desain fuel conditioning, serta penciptaan filter washable dan keramik.
“Kita perlu memastikan biodiesel tetap aman digunakan di tangki kapal dengan waktu penyimpanan lama,” ujar Ahmad Syihan dalam laporannya.
Penelitian menemukan bahwa penyimpanan biodiesel dalam kondisi lembap dan terbuka meningkatkan risiko kontaminasi mikroorganisme. Hal ini bisa menimbulkan sludge, meningkatkan kadar air, dan memicu filter blocking—salah satu penyebab kerusakan injektor dan sistem pembakaran. Teknologi pemisahan kontaminan menjadi fokus utama dalam pengembangan.
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrahman, menyatakan bahwa hasil riset ini akan menjadi referensi penting dalam perumusan kebijakan dan pelaksanaan biodiesel di sektor laut.
“Desain filter yang cocok dan sistem filtrasi yang optimal akan menjadi tulang punggung keberhasilan program B35 di sektor maritim,” katanya pada Kamis, 10 Juli 2025.
Selain KRI, kapal komersial juga menjadi sasaran optimalisasi. Penelitian ini membuka peluang penerapan sistem filtrasi baru untuk kapal angkutan barang dan penumpang. Filter berbasis membran dan keramik diyakini mampu meningkatkan daya tahan bahan bakar sekaligus mengurangi frekuensi perawatan mesin.
Dengan inovasi yang berbasis data lapangan dan dukungan penuh dari BPDP, sektor maritim Indonesia siap melangkah lebih jauh dalam penggunaan biodiesel konsentrasi tinggi. Langkah ini menjadi bagian integral dari transformasi energi nasional yang menekankan keberlanjutan dan efisiensi. (TESTI PRISCILLA/j)









