PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun -  Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dari Komisi A, dr. Erry Eryansyah, menyoroti keresahan masyarakat terkait isu razia galian pasir yang belakangan ini ramai diperbincangkan. Menurutnya, situasi ini telah mengganggu kelancaran pembangunan masyarakat, khususnya bagi mereka yang tengah membangun rumah atau infrastruktur kecil.

“Beberapa minggu terakhir ini memang ada isu di masyarakat soal razia galian pasir. Nah, itu bagi masyarakat sangat mengganggu, terutama masyarakat kecil yang sedang dalam proses membangun,” jelas Politisi dari Partai Golkar tersebut, Kamis, 10 Juli 2025.

Erry Eryansyah menjelaskan bahwa akibat dari isu tersebut, banyak masyarakat menjadi takut untuk membeli pasir yang ada, karena khawatir terkena dampak hukum meskipun hanya sebagai konsumen.

“Ketersediaan pasir ini jadi terhenti karena masyarakat seolah-olah takut untuk membeli pasir di tempatnya. Padahal mereka hanya ingin melanjutkan pembangunan,” jelas Erry Eryansyah.

Erry Eryansyah menjelaskan, untuk mengatasi persoalan ini, Fraksi Partai Golkar DPRD Kobar mengusulkan agar pemerintah daerah membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus yang menangani usaha pasir secara legal dan terstruktur.

“Kami dari Fraksi Golkar menyarankan agar dibentuk BUMD. Artinya, nanti pasir itu legal dan masyarakat bisa membeli dengan aman,” jelas Erry Eryansyah.

Menurut Erry Eryansyah, pembentukan BUMD bukan hanya menjadi solusi atas keluhan masyarakat, tetapi juga dapat memberikan keuntungan langsung kepada pemerintah daerah melalui pendapatan asli daerah (PAD).

“Dengan adanya BUMD, retribusinya masuk ke Pemda. Itu kan sangat membantu pemerintah juga. Untung, ya kan? Dari retribusi itu bisa menambah PAD,” jelas Erry Eryansyah.

Erry Eryansyah menambahkan, kehadiran BUMD akan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat sekaligus menghilangkan rasa takut saat membeli bahan material bangunan.

“Masyarakat jadi tidak takut-takut lagi. Tidak merasa dikejar-kejar aparat. Ini akan sangat membantu memperlancar pembangunan di Kobar,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/j)