PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Dede Ardiansyah, menyoroti sejumlah kendala teknis yang masih terjadi dalam pelayanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di berbagai fasilitas kesehatan, terutama terkait masalah validasi data dan akses layanan.

Menurutnya, meskipun sistem JKN telah mengalami berbagai peningkatan, masih ditemukan hambatan teknis yang mengganggu kenyamanan dan kecepatan pelayanan, khususnya bagi peserta yang membutuhkan penanganan segera.

“Saat ini masih banyak peserta JKN yang mengalami kendala teknis seperti data yang tidak tervalidasi, kesalahan identitas, hingga kesulitan saat mengakses layanan kesehatan di fasilitas yang seharusnya menerima pasien JKN,” ujar Dede, Kamis 10 Juli 2025.

Ia menilai, bahwa permasalahan ini harus segera ditangani secara sistematis oleh BPJS Kesehatan bersama dengan rumah sakit dan puskesmas yang bekerja sama.

Ia menyebut, validasi data yang tidak sinkron antara sistem BPJS Kesehatan dan sistem administrasi rumah sakit kerap kali membuat pasien harus menunggu lebih lama atau bahkan dirujuk kembali untuk perbaikan data.

“Kasus seperti ini bisa sangat merugikan masyarakat, apalagi jika pasien yang bersangkutan adalah lansia atau penyandang disabilitas yang sangat bergantung pada layanan cepat dan tepat,” katanya.

Untuk itu, Dede meminta agar BPJS Kesehatan meningkatkan kualitas sistem teknologi informasi, memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan, serta menyediakan layanan pengaduan cepat yang responsif terhadap kendala di lapangan. (MARINI/H)