BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Arif M Norkim, menyoroti persoalan kemiskinan yang masih terjadi di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.
Menurutnya, salah satu penyebab utama kemiskinan di Palangka Raya adalah keterbatasan kualitas sumber daya manusia (SDM), yang berdampak pada rendahnya daya saing dan kemampuan masyarakat untuk keluar dari jerat kemiskinan.
"Kemiskinan di Kota Palangka Raya tidak semata karena faktor ekonomi, tapi juga sangat berkaitan dengan keterbatasan kualitas SDM. Ini yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah," ujar Arif, Kamis 10 Juli 2025.
Ia menjelaskan bahwa rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya keterampilan, serta minimnya akses pelatihan kerja membuat sebagian masyarakat kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak. Hal ini berkontribusi terhadap tingginya angka pengangguran dan kemiskinan.
Arif mendorong agar program peningkatan kualitas SDM dijadikan prioritas, baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan vokasional.
Ia juga menyarankan agar program pengentasan kemiskinan tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat.
"Investasi pada peningkatan kapasitas SDM adalah solusi jangka panjang yang sangat penting. Pemerintah perlu memperkuat pelatihan kerja, pendidikan berbasis keterampilan, serta mendorong anak-anak muda agar tidak putus sekolah," tegasnya.
Menurut Arif, dengan kualitas SDM yang meningkat, masyarakat akan lebih mudah mengakses peluang kerja dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah secara mandiri. (MARINI/H)









