BORNEONEWS, Sampit - Pejabat Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kotawaringin Timur mengancam akan membawa kasus Anggota DPRD Kotim yang pecahkan kaca meja ke ranah hukum.
"Insya Allah, keluargaku yang tidak terima dan ingin mengurusnya (lapor ke aparat penegak hukum). Kalau aku terserah keluarga besar saja, apalagi yang bersangkutan menyudutkan dan berpotensi mempersulit," kata Kepala Bidang UMKM DKUPP Kotim Taufik Nurdin, Kamis, 10 Juli 2025.
Ia menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat dirinya dan Anggota DPRD Kotim berdiskusi mengenai persyaratan kelompok penerima hibah dari dana pokir.
Anggota DPRD tersebut berkeras mengutarakan pendapatnya, sementara Taufik berpatokan pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 58 Tahun 2022.
"Dia bilang saya mempersulit masyarakat, saya bilang saya sesuai aturan saja dan menunggu Pak Kadis pulang Dinas. Lalu yang bersangkutan emosi memukul meja tamu di depannya duduk," ujarnya.
Lanjutnya, secara logika kaca yang cukup tebal tidak dapat pecah berkeping-keping hanya karena terkena cincin seperti disebut dalam klarifikasi Anggota DPRD Kotim.
Sebelumnya diberitakan Salah satu oknum anggota DPRD Kotawaringin Timur dikabarkan mengamuk di sebuah kantor dinas. Kabar tersebut menyebar melalui sosial media Facebook dengan foto sebuah meja yang kacanya pecah.
Dalam foto tersebut dinarasikan bahwa oknum anggota DPRD mengamuk di kantor Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kotim anggaran dana pokir segera direalisasikan.
Hingga saat ini postingan tersebut telah menarik perhatian puluhan komentar. Bahkan dalam komentarnya mengerucut ke salah satu sosok anggota dewan daerah pilihan (Dapil) V dari Partai PAN.
Atas kejadian itu Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Hairis Salamad memberikan klarifikasi. Hairis membantah bahwa insiden tersebut disengaja.
Ia menjelaskan, saat pertemuan dengan kepala bidang dinas terkait untuk mengonfirmasi kelengkapan berkas bantuan dana aspirasi (pokir) bagi kelompok masyarakat di Parenggean, terjadi miskomunikasi yang membuat suasana diskusi menjadi tegang.
“Kebetulan saat saya menekan meja, ujung meja itu agak keluar terkena cincin saya sehingga menimbulkan pecahnya kaca meja di ruangan tersebut. Itu tidak ada unsur kesengajaan. Oleh sebab itu kalau itu menjadi viral saya mohon maaf bahwa itu tidak ada unsur sengaja,” kata Hairis, Rabu, 9 Juli 2025. (DEWI PATMALASARI/H)









