BORNEONEWS, Sampit – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merespons usulan warga dan DPRD terkait penutupan depo sampah di Jalan Cristopel Mihing, yang berdekatan dengan SMPN 3 Sampit.
“Untuk saat ini menutup depo bukan solusi. Kami lebih fokus memperbaiki pengelolaan penanganan sampah di setiap depo, khususnya di dekat SMPN 3 yang memang menjadi perhatian kami,” kata Kepala DLH Kotim Marjuki, Kamis, 10 Juli 2025.
Marjuki menjelaskan, usulan penutupan dan relokasi depo sepenuhnya berada di bawah kewenangan Bupati Kotim. Sebab menutup satu depo justru bisa menambah beban pada depo lainnya. Meski demikian, DLH siap mendukung jika Bupati menyetujui penutupan dan relokasi depo.
“Kalau satu depo ditutup, maka akan terjadi penumpukan di depo lain. Belum lagi mencari lahan baru itu sulit, dan membangun depo juga butuh biaya besar, sementara saat ini keuangan daerah sedang efisiensi,” ujarnya.
Sebagai solusi jangka pendek, DLH fokus pada perbaikan pengelolaan sampah untuk meminimalisir bau menyengat dan dampak lingkungan lainnya yang dikeluhkan warga sekitar.
Sebelumnya, Anggota DPRD Kotim dari Dapil II, Marudin, mendesak pemerintah daerah segera merelokasi depo sampah tersebut. Ia mengatakan bahwa bau tak sedap yang ditimbulkan telah lama mengganggu proses belajar mengajar di SMPN 3 Sampit.
“Depo ini sering dikeluhkan pihak sekolah dan masyarakat. Baunya menyengat hingga ke dalam kelas. Ini menyangkut kenyamanan dan kesehatan lingkungan pendidikan,” ujar Marudin, Selasa, 1 Juli 2025.
Menurutnya, penempatan depo tidak mempertimbangkan dampak lingkungan secara komprehensif, dan menilai bahwa prinsip bersih belum tentu sehat sangat relevan dalam kasus ini.
Dirinya yang aktif di Komisi III, berharap langkah relokasi ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi segera direalisasikan. Mengingat dampaknya yang sudah berlangsung lama dan dirasakan langsung oleh anak-anak sekolah.
“Anak-anak butuh lingkungan belajar yang sehat dan nyaman. Kita tidak boleh menunggu sampai ada dampak kesehatan baru bertindak,” pungkas Marudin. (DEWI PATMALASARI/H)









