BANJARMASIN –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Sejumlah aparat kepolisian diketahui telah berjaga-jaga di kawasan Jembatan Patih Masih HKSN-Kuin, Banjarmasin Utara pada Kamis, 10 Juli 2025.

Kondisi ini merupakan respons atas adanya korban dan kecaman pengguna jalan terkait aktivitas bermain layang-layang di kawasan tersebut.

Dari informasi warga menyebutkan bahwa kawasan jembatan tersebut begitu ramai dalam beberapa hari sebelumnya.

Banyak anak-anak dan remaja bahkan orang dewasa yang bermain layang-layang, bergelut dengan pengguna jalan lain.

"Di situ (Jembatan HKSN) kalau sudah musim layang-layang ramai, jadi tempat favorit. Makanya banyak juga benang menjuntai," ucap Qori, warga Banjarmasin ketika dihubungi Borneonews, Jum'at, 11 Juli 2025.

Namun di balik aktivitas musiman ini menimbulkan bahaya yang mengintai. Beberapa warga diketahui telah menjadi korban. Gelasan benang layang-layang yang tajam kerap menjuntai dan melintang di atas jembatan.

"Jadi benang itu tajam-tajam. Kalau jauh tidak kelihatan. Jika pengendara melaju terkena benang itu, bahaya. Kemarin ada dua korban, yang satu anak-anak perempuan robek bibirnya dan yang satunya lagi luka-luka kakinya," tutur Qori.

Pengendara yang melintasi jembatan selalu was-was. Mereka mewaspadai jika ada benang yang terjuntai, bahkan terhadap anak-anak yang berlarian di atas jembatan ketika mengejar layangan putus. (SABRIANOOR/R)