PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) aktif berpartisipasi dalam penanggulangan stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Stunting (Genting) yang digagas oleh Pemko Palangka Raya.

Program ini menggunakan pendekatan kepedulian langsung dengan mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk instansi pemerintah, untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang berisiko mengalami stunting.

Stunting masih menjadi masalah serius di Palangka Raya, dan program Genting bertujuan untuk memberikan perhatian, bantuan gizi, dan pendampingan berkelanjutan kepada anak-anak yang membutuhkan.

Sebagai bentuk komitmen nyata, DPMPTSP Kota Palangka Raya baru-baru ini melakukan kunjungan kedua ke Posyandu Balita POLIN. Kunjungan ini merupakan bagian integral dari program GENTING.

Dalam kunjungan tersebut, tim DPMPTSP berdialog langsung dengan para kader posyandu dan keluarga asuh, berbagi informasi, dan menyerahkan bantuan sebagai wujud dukungan terhadap tumbuh kembang anak-anak yang menjadi sasaran program.

Kepala Bidang PTSP II,  Rossalinda Rahmananasari, memimpin rombongan dalam kunjungan tersebut.

"Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian dan partisipasi aktif dalam upaya menekan angka stunting," ungkap Rosalinda Rahmanasari, Jumat, 11 Juli 2025.

Kegiatan di Posyandu Balita POLIN dilaksanakan dengan pendekatan humanis dan semangat gotong royong.

Tim DPMPTSP menyapa langsung anak-anak balita dan keluarga mereka, memberikan semangat dan dukungan moral.

Interaksi langsung ini bertujuan untuk membangun hubungan yang erat dan memperkuat rasa saling percaya antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan pendekatan orang tua asuh, program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih signifikan dan berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Kota Palangka Raya.

"Partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah dan masyarakat, sangat penting untuk keberhasilan program ini dalam mengatasi masalah stunting di Kota Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/R)