PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya saat ini berada dalam kondisi sangat rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan hasil deteksi dini Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (Perisai) pada Jumat, 11 Juli 2025, sebagian besar wilayah kota menunjukkan tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di level sangat tinggi (berwarna merah) dan tinggi (berwarna kuning).

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menyampaikan peringatan serius terkait kondisi ini.

Tingkat kerawanan yang tinggi menuntut kewaspadaan dan langkah-langkah pencegahan yang proaktif dari seluruh elemen masyarakat. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat.

Untuk mencegah terjadinya karhutla, BPBD Palangka Raya gencar melakukan sosialisasi, edukasi, dan himbauan kepada masyarakat. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah tindakan yang dapat memicu kebakaran.

"Masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan api di lahan kering," katanya, Jumat, 11 Juli 2025.

Selain sosialisasi, BPBD juga terus memantau kondisi terkini melalui website Perisai. Website ini menyediakan informasi terkini mengenai tingkat kerawanan karhutla di berbagai wilayah Kota Palangka Raya.

Masyarakat dapat mengakses informasi tersebut secara mudah dan cepat melalui tautan bpbd.palangkaraya.go.id/perisai.

Pemantauan melalui website Perisai sangat penting untuk memberikan gambaran akurat tentang kondisi terkini dan membantu masyarakat dalam mengambil langkah-langkah antisipasi.

Data yang disajikan secara visual memudahkan masyarakat untuk memahami tingkat risiko di wilayah masing-masing.

Budi mengajak seluruh masyarakat Kota Palangka Raya untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla. Kewaspadaan dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangat krusial untuk meminimalisir risiko kebakaran dan menjaga keselamatan lingkungan.

"Dengan pemantauan yang intensif dan kesadaran masyarakat, diharapkan kejadian karhutla di Palangka Raya dapat dicegah," pungkasnya. (PATHUR/R)