BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Banyaknya perkebunan kelapa sawit di wilayah Kalimantan ternyata memberikan efek domino bagi pelaku usaha lokal, salah satunya adalah M.Irfan (55) perajin gagang dodos dari kayu ulin asal Kota Manis Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Usaha milik Ifan sapaan akrabnya, ini diberi nama Belian Indah yang berlokasi di Gang Mihau, Jalan A. Yani, Kelurahan Baru.
Ia mulai merintis pembuatan gagang dodos pada tahun 2008, setelah melihat peluang dari meningkatnya aktivitas panen sawit. Sebelumnya, ia menekuni usaha mebel sejak 1997.
"Awalnya saya lihat orang bikin gagang dodos itu masih manual, kayu cuma dibersihkan sikunya saja. Akhirnya saya coba bikin yang bagus, satu dua biji kita jual di pasar. Alhamdulillah dua tiga hari pesan lagi, akhirnya menyebar," ujar Ifan saat ditemui Borneonews di tempat usahannya, Jumat, 11 Juli 2025.
Melihat permintaan yang terus meningkat, Ifan kemudian memutuskan untuk fokus pada produksi gagang dodos dan tidak lagi menerima pesanan kusen atau produk mebel lainnya.
Permintaan gagang dodos produksinya kini bahkan datang dari luar daerah, seperti Kalimantan Timur, Banjarmasin, hingga Kalimantan Barat.
"Hampir seluruh Kalimantan yang ada kebun sawitnya pernah pesan gagang dodos di sini," ungkapnya.
Ukuran gagang dodos yang dibuat bervariasi, mulai dari panjang 1 meter hingga 4 meter. Harga untuk ukuran 4 meter dijual Rp 95.000 per batang. Sebagian besar pemesan berasal dari perusahaan-perusahaan perkebunan sawit.
Dengan keahlian yang dimilikinya dari pengalaman membuat mebel, Ifan memanfaatkan limbah potongan kayu ulin untuk memproduksi kerajinan rumah tangga seperti cobek, sutil, dan talenan. Produk ini kemudian dijual sebagai usaha sampingan.
"Awalnya saya bikin 10 cobek dan nitip teman di pasar. Tiga hari kemudian dia datang lagi minta cobek karena banyak yang cari. Dari situ terus menyebar," cerita Ifan.
Ia mengaku selama lebih dari 20 tahun, produk kerajinannya selalu ikut serta dalam berbagai pameran, baik tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Berkat bermitra dan mendspat pembinaan dari Dinas Perindustrian dan Perdangan Koperasi Ukm (Disperindagkop UKM) Kotawaringin Barat, produknya pernah dipamerkan saat acara di Jakarta.
"Terakhir kemarin waktu Kalteng Expo 2025 di Palangka Raya. Disperindagkop UKM Kobar membawa 30 biji satu ukuran, habis dalam satu malam saat pembukaan. Belum jam 9 malam sudah habis," ujar Ifan dengan bangga.
Harga produk kerajinan miliknya cukup terjangkau, berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu, tergantung ukuran, dengan diameter mulai dari 17 hingga 24 cm.
Ia mengungkapkan, karena tingginya permintaan saat pameran, Kepala Disperindagkop UKM Kobar pun menginstruksikan jajarannya, untuk ke depan minimal membawa 200 buah cobek dalam momen pameran.
Ifan pun menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, khususnya Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) atas binaanya selama ini.
"Saya sangat bersyukur, dukungan dari Pemkab Kobar luar biasa. Berkat itu, produk kami semakin dikenal dan banyak diminati masyarakat," pungkasnya. (DANANG/j)
Usaha Gagang Dodos dan Cobek Kayu Ulin Belian Indah Pangkalan Bun Tembus Pasar se-Kalimantan
Bagikan:

PANGKALAN BUN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Perdamaian
Korban Karhutla Bromo Kembali Meninggal Dunia di RSUD Dr Soetomo
Komentar (0)
Memuat komentar…







