BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Musibah akibat aktivitas bermain layang-layang mulai merambah jalur perlintasan Trans Kalimantan. Salah satu pengendara motor yang melintasi di Jalan Trans Kalimantan, Km 18 Anjir atau kawasan perbatasan Kalteng-Kalsel melaporkan dirinya menjadi korban akibat benang layangan.
"Tadi saya lewat jalan sekitaran Anjir Km 18, terkena benang layang-layang dan mengarah ke leher," ungkap salah satu pengendara motor yang belum diketahui namanya pada Jumat sore, 11 Juli 2025.
Beruntungnya, pengendara tersebut sempat menepis dan menahan dengan tangan, meski membuat luka pada bagian jari si pengendara. Hal ini juga sempat direkam kemudian diinformasikan secara luas.
"Jika tidak kami tahan benangnya, mungkin kami sudah terjatuh," ungkapnya yang saat itu tengah berboncengan dengan suami.
Atas kejadian ini, membuat rasa was-was warga maupun pengendara yang terbiasa bepergian melintasi jalur Trans Kalimantan di kawasan tersebut.
"Itu jalur luar kota, pengendara biasa kecepatannya cukup tinggi. Sangat bahaya jika tersangkut benang yang tajam apalagi terkena leher," respons Fahruzi, warga Kuala Kapuas.
Aktivitas bermain layang-layang yang terjadi di jalur perlintasan cepat tersebut sangatlah riskan dan membahayakan pengguna jalan. Peristiwa serupa, terkait korban bermain layang-layang diketahui juga terjadi di daersh Kuala Kapuas hingga Banjarmasin. (SABRIANOOR/H)









