BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya yang membidangi Komisi III, Sri Ani Rintuh, menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan Car Free Day (CFD) setiap hari Minggu di Kota Palangka Raya harus dirancang sebagai ruang publik yang ramah anak dan sarat nilai edukatif.
“CFD bukan hanya soal menutup jalan dari kendaraan bermotor. Ini momentum untuk menciptakan ruang aman, sehat, dan mendidik bagi anak-anak dan masyarakat,” ujar Sri, Jumat 11 Juli 2025.
Ia mendorong agar Pemko Palangka Raya dan pihak terkait bisa memanfaatkan kegiatan CFD untuk memberikan edukasi publik, seperti promosi kesehatan, keselamatan lalu lintas, gerakan hidup bersih, hingga pengenalan budaya lokal kepada generasi muda.
“Buatlah CFD ini menjadi lebih bermakna. Libatkan sekolah, komunitas, dan pelaku seni. Anak-anak bisa diajak bermain sambil belajar, dan masyarakat juga mendapatkan manfaat positif,” jelasnya.
Sri Ani juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas yang berlangsung saat CFD, agar tidak terjadi pelanggaran seperti peredaran makanan tidak sehat, rokok, atau kegiatan yang kurang sesuai dengan suasana rekreasi keluarga.
“Kita ingin CFD di Palangka Raya menjadi contoh kawasan publik yang aman, nyaman, dan memberikan nilai tambah, bukan hanya tempat berjualan dan olahraga semata,” pungkasnya. (MARINI/H)









