TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Tim Atraksi Promosi Kebudayaan Daerah Kabupaten Barito Timur, menampilkan pagelaran upacara ritual Itumang Wadian, Jong Banawa dan Balai Nasi, Ngangkat Syukur Ngamuang Gunung Perak dan Wadian Bulat, dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025 di Denpasar, Jumat, 11 Juli 2025.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Barito Timur, Herawani, menjelaskan bahwa pertunjukan ini merupakan representasi budaya sakral masyarakat Dayak Maanyan dan Dayak Lawangan yang masih lestari di wilayah pedalaman Kalimantan Tengah.

“Melalui atraksi ini, kita ingin mengangkat kembali pesona tradisi ritual sakral yang penuh nilai spiritual, mistis, dan magis, serta mempromosikan pariwisata Barito Timur,” ujarnya.

Herawani kemudian menjelaskan bahwa wadian adalah sebutan untuk dukun dalam tradisi masyarakat Dayak yang dipercaya memiliki kemampuan melakukan pengobatan, pembersihan, dan pemindahan roh-roh jahat, serta menyampaikan ungkapan-ungkapan syukur secara spiritual. 

"Dalam struktur peranannya, dikenal dua jenis wadian, yakni wadian bawo yang merupakan dukun laki-laki dan wadian dadas yang merupakan dukun perempuan," terangnya.

Masing-masing wadian memiliki keunikan tersendiri, terutama dalam tarian tradisional yang dikenal dengan sebutan tarian gelang. Tarian ini dipadukan dengan syair atau pahiangan, musik khas, serta serangkaian tahapan yang membentuk tata cara upacara ritual yang sakral.

Setiap wadian atau balian bertanggung jawab mendidik seorang pengikut yang disebut anak am’mu. Pengikut ini harus melewati seluruh tahapan pembelajaran upacara ritual dan menguasai ilmu-ilmu pewadianan secara menyeluruh. 

Namun, meskipun sudah menguasai seluruh proses tersebut, seorang anak am’mu belum diperkenankan melaksanakan ritual secara mandiri apabila belum melalui prosesi itumang atau dikukuhkan.

"Secara spiritual, diyakini bahwa roh atau jiwa seorang calon wadian belum sepenuhnya diakui atau dikenal oleh junjungan leluhur sebelum menjalani upacara pengukuhan," tegas Herawani.

Dalam tradisi ini, itumang wadian/balian bawo mengacu pada pengukuhan tertinggi bagi dukun laki-laki, yang disebut Ngejong Banawa. Sedangkan untuk dukun perempuan, pengukuhan dilakukan melalui upacara itumang wadian/balian dadas, yang dikenal dengan nama Balai Nasi. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)