PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat menggelar kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana di Desa Tanjung Putri, Kecamatan Arut Selatan.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta relawan desa tangguh bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kobar Syahruni melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Pahrul Laji menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman, serta keterampilan dasar kepada masyarakat, terkait upaya pencegahan dan mitigasi bencana yang dapat dilakukan secara mandiri.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pengurangan risiko bencana berbasis komunitas. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat mengenali potensi bencana di wilayahnya dan memiliki kemampuan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan sejak dini,” kata Pahrul Laji saat dikonfirmasi, Sabtu, 12 Juli 2025.

Ia menambahkan, materi pelatihan mencakup pengenalan jenis-jenis bencana, pemetaan wilayah rawan bencana, sistem peringatan dini, serta simulasi evakuasi mandiri.

Tak hanya itu, peserta juga diajak berdiskusi secara aktif mengenai pentingnya membangun budaya sadar bencana di lingkungan masing-masing, guna memperkuat kesiapsiagaan di tingkat komunitas.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Putri mengapresiasi langkah BPBD Kobar yang telah menyelenggarakan pelatihan tersebut di desanya.

“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Pelatihan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Kami berharap pelatihan semacam ini dapat terus berkelanjutan,” ucap Kepala Desa.

Ia menambahkan bahwa kehadiran pelatihan ini menjadi langkah awal yang positif dalam mewujudkan Desa Tanjung Putri sebagai desa yang tangguh dan siaga terhadap bencana.

Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat Desa Tanjung Putri diharapkan semakin siap dalam menghadapi situasi darurat, serta mampu menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kotawaringin Barat dalam membangun ketangguhan terhadap bencana. (DANANG/R)