BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) kembali mengudara di frekuensi 98,1 FM yang beralamat di Jalan DI Panjaitan, Kuala Kapuas.
Pada kesempatan kali ini memberikan informasi dan edukasi kesehatan dari narasumber Kastalani selaku Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Mutu Pelayanan, didampingi Popo Subroto, selaku Koordinator Unit Promkes RS, mengangkat tema materi dari Karya Ilmiah Gayatri Putri Sholeh, selaku Staf Mutu Pelayanan Rumah Sakit, dan ditemani Penyiar Radio Diskominfo Kab. Kapuas, M. Nasrullah, mengulas tentang Hubungan Antara Penyakit Kolesterol Dengan Penyakit Disfungsi Seksual.
"Definisi dari Hiperkolesterolemia atau yang sering disebut dengan penyakit kolesterol tinggi, adalah kondisi dimana kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal," ucap Kastalani, Sabtu, 12 Juli 2025.
Hiperkolesterol berarti tubuh memiliki terlalu banyak kolesterol di dalam darah. Kolesterol adalah zat lemak yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun sel dan membuat hormon.
"Tetapi jika jumlahnya berlebihan, bisa menempel di dinding pembuluh darah dan menyumbat aliran darah," jelasnya.
Kolesterol total mencakup kolesterol LDL, HDL, dan trigliserida. Kadar nilai kolesterol total dibedakan menjadi tiga, yaitu normal 200-239 mg/dl, dan tinggi > 240 mg/dl.
"Dampak dari hiperkolesterolemia apabila tidak terkontrol, kolesterol tinggi bisa menyebabkan Penumpukan kolesterol di pembuluh darah (aterosklerosis)," tambahnya
Saat kadar kolesterol dalam darah tinggi, terutama jenis kolesterol jahat (LDL), kolesterol ini menempel pada dinding dalam pembuluh darah arteri (pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh).
Kolesterol ini lama-lama membentuk plak (lapisan lemak yang keras) bersama zat lain seperti kalsium. (SABRIANOOR)








