BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Provinsi Kalimantan Tengah kini mengambil langkah aktif dalam menjaga emisi karbon sebagai bagian dari upaya perlindungan lingkungan hidup di daerah.
Melalui program-program yang berfokus pada pelestarian kualitas udara dan pengurangan dampak perubahan iklim, DLH berkomitmen mengelola emisi karbon secara sistematis dan terukur.
Program yang diinisiasi DLH ini bersifat preventif, dengan menekankan perlunya menjaga kadar emisi agar tidak melebihi batas yang membahayakan lingkungan.
"Pendekatan ini tidak hanya bersifat teknis, namun juga DLH melibatkan berbagai pihak dalam pelatihan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia," kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan atau PPKL DLH Kalteng, Kristianto kepada Borneonews pada Sabtu, 12 Juli 2025.
Salah satu kegiatan utama yang tengah dikembangkan adalah pelatihan perhitungan karbon yang diperuntukkan bagi organisasi, komunitas, dan aparatur pemerintah.
"Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai jejak karbon dan bagaimana mengidentifikasi serta mengurangi emisi dari aktivitas sehari-hari maupun program pembangunan," katanya.
DLH melihat pelatihan ini sebagai langkah penting dalam membangun kesadaran kolektif mengenai dampak emisi karbon terhadap lingkungan. Dengan kemampuan teknis dalam menghitung emisi, peserta dapat merancang strategi mitigasi berbasis data dan mendukung pengambilan kebijakan yang lebih hijau.
"Pengelolaan emisi bukan hanya tugas lembaga pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, pelibatan organisasi masyarakat dan pemuda dalam pelatihan ini menjadi prioritas, agar perubahan gaya hidup dan pola pikir bisa menyebar lebih luas," jelas Kristianto lagi.
Program pengelolaan emisi karbon ini diharapkan menjadi model bagi provinsi lain dalam pengendalian polusi udara dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis edukasi, DLH Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa menjaga emisi karbon bukan hanya wacana, tetapi langkah konkret menuju masa depan lingkungan yang berkelanjutan.(TESTI PRISCILLA)









