BORNEONEWS, Palangka Raya — Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Noorkhalis Ridha, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Palangka Raya tengah menyiapkan pembangunan sebanyak 88 unit rumah subsidi.
Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional pembangunan tiga juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurut Noorkhalis, rumah-rumah subsidi tersebut secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk dalam kategori desil satu dan dua, yaitu kelompok sangat miskin dan miskin.
“Ini bukan program sembarangan. Penerimanya harus benar-benar warga yang paling membutuhkan, dan acuannya adalah data resmi dari pemerintah,” ujarnya, Sabtu, 12 Juli 2025.
Ia menegaskan bahwa data calon penerima manfaat akan merujuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Dinas Sosial Kota Palangka Raya. Hal ini untuk memastikan penyaluran program berjalan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Noorkhalis menyambut baik langkah pemerintah kota dalam mendukung target nasional perumahan, sekaligus mengingatkan agar proses seleksi dan pengawasan dilakukan secara ketat dan transparan.
“Pembangunan rumah subsidi ini bukan hanya soal tempat tinggal, tapi juga tentang pemulihan martabat masyarakat miskin yang berhak atas hunian layak,” tambahnya.
Dengan realisasi program ini, diharapkannya dapat membantu mengurangi angka kemiskinan di Kota Palangka Raya dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah. (MARINI/j)









