BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Samu telah banyak diperjualbelikan di Pasar lokal maupun secara jejaring sosial atau online di Kuala Kapuas. Kebanyakan di Kuala Kapuas, bahan utamanya adalah ikan patin sebagai pilihan yang sering digunakan untuk dikomersilkan, atau lebih dikenal juga dengan Samu Patin.
"Samu patin ini lumayan banyak peminatnya, selalu saja ada yang memesan," ungkap Fatimah, penjual Samu Patin online di Kuala Kapuas kepada Borneonews, Sabtu, 12 Juli 2025.
Fatimah mengatakan, dirinya juga menjual samu dari ikan tawar lainnya seperti nila dan haruan.
Untuk harga samu yang ditawarkannya cukup bervariasi tergantung porsi dari harga Rp.10 ribu hingga Rp. 25 ribu.
"Biasanya yang dipesan itu Samu Patin yang bagian daging. Kita jual dalam 1 mika dan isinya ada 4 iris dengan harga Rp.15 ribu," jelasnya.
Samu yaitu makanan fermentasi ikan khas Banjar, Kalimantan Selatan. Iwak samu terbuat dari ikan air tawar, biasanya ikan gabus atau sepat, yang difermentasi dengan campuran garam dan beras sangrai. Proses fermentasi ini bertujuan untuk mengawetkan ikan dan memberikan rasa yang khas.
Hidangan ini memiliki keunikan pada citarasa maupun cara penyajiannya. Inilah yang menjadikan Iwak Samu tidak hanya digemari warga lokal, tetapi juga menjadi incaran wisatawan yang berkunjung ke daerah yang mayoritas Suku Banjar.
Iwak Samu juga menyimpan nilai budaya yang tinggi. Hidangan ini merupakan bagian dari tradisi masyarakat Banjar yang telah ada sejak ratusan tahun lalu. (SABRIANOOR/j)









