SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan pengurus baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotim agar bijak dalam mengelola anggaran olahraga. Peringatan ini bukan tanpa alasan. Sebab, ketua KONI Kotim sebelumnya, Ahyar Umar tersangkut kasus korupsi.

“Yang juga tak kalah penting adalah perhatian terhadap infrastruktur dan keberpihakan anggaran. Pemerintah daerah siap bersinergi. Tapi saya titip satu hal, pastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan untuk olahraga benar-benar berdampak bagi para atlet, pelatih, dan masyarakat yang menjadi denyut nadi olahraga di Kotim,” kata Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim, Masri, dalam pembukaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kotim, Sabtu, 12 Juli 2025.

Masri juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan organisasi KONI. Ia mendorong agar ke depan KONI dapat mengembangkan platform digital untuk berbagai keperluan administrasi dan pembinaan atlet.

“Zaman ini menuntut kita membuka mata. Prestasi tak hanya dibentuk di gelanggang, tapi juga dibangun lewat data, teknologi, dan inovasi. Maka saya menyambut baik jika KONI Kotim bisa memiliki sistem digital untuk registrasi, pemetaan atlet, kalender kejuaraan, hingga pelaporan kinerja,” tambahnya.

Ia berharap Musorkablub bisa menjadi ajang musyawarah yang dewasa, demokratis, dan menjunjung tinggi etika organisasi.

"Berbeda pilihan hal yang biasa, tapi jangan lupa bahwa kita semua berada di perahu yang sama, perahu olahraga Kotim. Yang terpilih harus menjadi figur pemersatu, bukan hanya pengelola, tapi penggerak,” tandasnya.

Hasil Musorkablub KONI Kotim menetapkan Alexius Esliter sebagai Ketua KONI terpilih setelah meraih 16 suara dari total 31 suara sah. Ia unggul atas dua kandidat lainnya, yakni Ahmad Sarwo Oboi yang memperoleh 13 suara, dan Gahara yang hanya mengantongi 2 suara. (DEWI PATMALASARI/j)