KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Satu-satunya gunung tertinggi di Kalimantan Tengah adalah Bukit Raya di Pegunungan Schwaner, terletak di Kabupaten Katingan, perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Pegunungan ini masih asing bagi orang Kalimantan Tengah sendiri, karena aksesnya yang sangat sulit untuk dijangkau dan jauh dari pusat penduduk.

Infrastruktur Kalimantan Tengah yang sangat terbatas ketika mencakup ke pedalaman menjadi problem yang harus dihadapi bagi para traveler ataupun pendaki untuk menikmati suasana pegunungan di Kalimantan Tengah.

Perjalanan ke puncak Gunung Bukit Raya ini telah dialami Rasyid, pendaki asal Palangka Raya pada Tahun 2022 lalu. Bersama rombongan pecinta alam Seven Summit, dirinya telah melewati hutan rimba basah Pulau Kalimatan untuk mencapai puncak Gunung Bukit Raya.

"Gunung ini sebenarnya tidak terlalu tinggi. Puncaknya hanya 2278 Meter dari permukaaan laut, tetapi pendakian Gunung Bukit Raya memiliki tingkat kesulitan lebih dibandingkan gunung-gunung yang ada di Pulau Jawa," ungkapnya yang juga pernah mendaki pegunungan di Pulau Jawa.

--page

"Akan dihadapi para pendaki yaitu perjalanan darat dan sungai selama 2 hari menuju ke kaki gunung, lalu jalan kaki selama 6 hari pulang-pergi untuk bisa sampai ke puncaknya. Rute yang yang dilewati adalah Palangka Raya-Kasongan-Tumbang Samba-Tumbang Senamang kemudian melalui perjalanan sungai ke pedalaman rimba di hulu Sungai Katingan," tuturnya.

Dilanjutkannya, bahwa para pendaki akan bermalam di rumah penduduk serta mengikuti ritual adat suku Dayak sebelum pendakian. Keesokan harinya, pendakian akan dimulai dengan berjalan kaki.

"Rintangan lebih berat akan dihadapi lebatnya hutan belantara serta banyaknya pacet dan sesampainya di Puncak Gunung Bukit Raya, jangan mengira pemandangan akan sama dengan gunung-gunung lainnya di Indonesia. Hanyalah hutan luas yang terhampar dari puncak gunung sejauh mata memandang,"

"Sisi positif dari pendakian ini bisa sambil menikmati alaminya flora dan fauna yang sangat banyak jenisnya. Selain itu, pendaki akan merasakan suasana kehidupan Suku Dayak pedalaman," tutupnya (SABRIANOOR/y)