BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, menekankan pentingnya edukasi mitigasi bencana sejak dini bagi peserta didik di sekolah.
Menurutnya, pembekalan pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana harus menjadi bagian dari proses pendidikan formal, terutama di wilayah yang rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, dan bencana alam lainnya.
“Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus dibekali pemahaman mengenai jenis-jenis bencana, cara mengantisipasi, dan bagaimana menyelamatkan diri. Ini penting agar mereka tidak hanya menjadi korban, tapi juga bisa menjadi bagian dari solusi ketika bencana terjadi,” ujar Khemal, Minggu 13 Juli 2024.
Ia menambahkan bahwa program mitigasi bencana sebaiknya masuk dalam kurikulum atau kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, serta melibatkan lembaga terkait seperti BPBD, Dinas Pendidikan, dan relawan kebencanaan.
“Simulasi bencana, pelatihan dasar evakuasi, dan edukasi lingkungan hidup harus rutin dilakukan. Selain itu, sekolah perlu dilengkapi dengan rambu-rambu evakuasi dan jalur penyelamatan,” katanya.
Khemal juga mengingatkan bahwa upaya membangun budaya sadar bencana harus dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga dan sekolah.
Ia berharap pemerintah kota dapat mengambil langkah strategis untuk memasukkan program edukasi ini dalam sektor pendidikan dan penanggulangan bencana. (MARINI/H)









