PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menghafal Al-Quran dapat dilakukan dengan berbagai metode, termasuk metode talaqqi, tasmi', tafahhum, dan tikrar. Selain itu, ada juga metode sima'i, khitabah, dan metode lain yang menggabungkan beberapa teknik. 

Beberapa pondok pesantren yang berfokus pada bidang Tahfiz tentunya memiliki tradisi bahkan metode masing- masing dalam menggembleng para santrinya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hafalan.

Salah satu yang cukup menginspirasi di lakukan Pondok Pesantren Iqro Palangka Raya. Pesantren sederhana di pinggiran Kota Palangka Raya ini punya rahasia tersendiri sehingga para santrinya mampu menorehkan prestasi di ajang MTQ lokal, nasional hingga internasional.

"Ada namanya metode Khataman Qubro, tapi disini penerapannya para ustaz ataupun tahsin akan diuji hafalan 30 juznya oleh pembimbing yang lain dan disimak para santri," ungkap Umar Mukhtar, Pimpinan Pesantren Iqro, Minggu, 13 Juli 2025.

Langkah ini dimaksudkan selain agar para santri termotivasi, bertujuan juga agar para tahsin terlecut untuk menempa dirinya sendiri terlebih dahulu. 

"Berawal dari diri sendiri dulu kemudian memberi contoh dan teladan. Karena yang dihadap ini adalah firman Allah, ada satu saja kesalahan dalam menghafal, akan menimbulkan kekeliruan nantinya saat menerima setoran hafalan santri. Satu kata, lupa satu huruf, sudah beda maknanya," papar Umar.

Kegiatan Khataman Qubro sendiri dilakukan di waktu-waktu tertentu. Santri dan para pembimbing dihadapkan mushaf Al Qur'an untuk menyimak hafalan. Menurut Umar, Khataman Qubro adalah target paling besar para santri dalam bidang Tahfiz, sehingga mereka perlu contoh dan teladan untuk meraihnya. (SABRIANOOR/H)