KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Bagi orang asli Kalimantan, yang akrab dengan panasnya cuaca sehari-hari, merasakan suhu dingin tentunya adalah pengalaman yang luar biasa. Sebagian besar wilayah yang berupa dataran rendah menjadi penyebab, suhu sebagian besar panas, lazimnya daerah tropis khatulistiwa.

Pada Minggu, 13 Juli 2025 pukul 19.30 WIB aplikasi pemantau cuaca Accuweather mencatat suhu di Desa Juhu, Kalimantan Selatan ada di 20 derajat Celcius lebih dingin 7 derajat Celcius dengan Kuala Kapuas di waktu yang sama.

Berada di kawasan Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan, bisa dibilang Desa Juhu merupakan kawasan permukiman terdingin di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Bahkan suhu dingin di musim kemarau seperti saat ini pada pagi hari di Desa Juhu bisa sampai 15 derajat Celcius. Berbanding jauh dengan sebagian besar dengan kota maupun desa-desa di Kalselteng yang rata-rata pada pagi hari tak kurang dari 20 derajat Celcius pada pagi hari.

"Kalau ada kawasan permukiman penduduk yang dinginnya terasa, itu ada di Desa Juhu, Kalimantan Selatan. Ya mirip-mirip daerah Batu, Malang lah," ungkap Rasyid, warga Palangka Raya yang pernah bertandang ke desa ini pada 2021 lalu.

Sebenarnya, ada daerah yang lebih dingin lagi di Kalimantan dibanding Desa Juhu. Seperti di Pegunungan Schwaner, Muller, dan Meratus.

Dua pegunungan pertama sayangnya memiliki akses yang masih sangat terbatas. Medan hutan belantara cukup memaksa waktu berhari-hari untuk mencapainya tanpa kendaraan.

"Alternatif paling memungkinkan tentunya adalah Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan. Lokasi itu sudah seringkali menjadi pilihan bagi mahasiswa maupun komunitas pencinta alam sebagai pilihan dalam berinteraksi langsung dengan pegunungan," tambahnya.

Desa Juhu yang berada pada ketinggian 560 meter dari permukaan laut ini bisa menjadi pilihan menarik yang paling memungkinkan bagi warga Kalimantan, khususnya Kalsel dan Kalteng untuk menikmati sensasi rasa cuaca dingin, walaupun tidak sedingin di beberapa daerah di Indonesia.

Meskipun problem akses transportasi ke daerah terpencil seperti menuju Desa Juhu masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah, namun akses ke desa itu lebih memungkinkan ditempuh dibanding ke daerah pegunungan lainnya.

"Tentunya di sana kita akan disambut suasana hijau pedesaan khas Suku Dayak Meratus serta cuaca dingin yang jarang orang Kalimantan nikmati. Pastinya diiringi dengan menghargai adat istiadat masyarakat Suku Dayak Meratus yang ada di Desa Juhu," tutupnya. (SABRIANOOR/H)