SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Meningkatnya peredaran narkoba di kalangan pemuda Kalimantan Tengah memunculkan kekhawatiran serius dari berbagai pihak. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Sampit, Andriyanto, menyerukan perlunya respons cepat dan menyeluruh untuk menghadapi ancaman ini, yang dinilainya kian menggerus masa depan generasi muda. 

"Pemuda seharusnya menjadi agen perubahan, bukan korban dari kejahatan narkoba. Fakta bahwa mereka justru dijadikan sasaran oleh jaringan pengedar adalah hal yang sangat mengkhawatirkan," ujar Andriyanto, Senin, 14 Juli 2025.

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa tidak terjadi tanpa sebab. Tekanan akademik, kurangnya bimbingan, lingkungan sosial yang negatif, serta minimnya ruang kreatif dan produktif turut menjadi pemicu utama.

BEM STIE Sampit, lanjut Andriyanto, telah mengambil langkah nyata dengan membangun peran sebagai jembatan komunikasi antara mahasiswa, pihak kampus, dan lembaga eksternal seperti BNN dan aparat penegak hukum. Salah satu bentuk konkret yang sudah dilakukan adalah kampanye edukatif melalui media sosial, penyuluhan saat ospek, hingga penyelenggaraan kegiatan tematik seputar bahaya narkoba. 

"Kami juga berupaya menciptakan ruang-ruang positif seperti pelatihan kewirausahaan, seni, olahraga, dan diskusi publik untuk mengalihkan energi pemuda ke jalur yang produktif," tambahnya.

Namun demikian, ia mengakui adanya sejumlah hambatan dalam menjalankan program tersebut, terutama soal terbatasnya fasilitas, pendanaan, serta belum maksimalnya sinergi lintas sektor. Salah satu tantangan terbesar adalah minimnya data valid mengenai penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa.

"Diperlukan sistem monitoring yang transparan agar kampus bisa mengambil kebijakan berbasis data, bukan asumsi," ujarnya.

Andriyanto juga menekankan pentingnya pendekatan preventif sejak dini. Menurutnya, literasi bahaya narkoba harus ditanamkan mulai dari usia remaja, terutama di tingkat SMP dan SMA. Pendidikan karakter, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membentengi anak muda dari godaan narkoba.

Di sisi lain, ia mendesak aparat penegak hukum untuk bersikap tegas terhadap bandar narkoba, bukan hanya pengguna tingkat bawah. Ia menilai langkah hukum yang menyasar akar peredaran jauh lebih berdampak dibanding penindakan simbolik semata.

"Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku besar akan memberikan efek jera dan menyelamatkan lebih banyak generasi," tegasnya.

Untuk itu Andriyanto mengajak seluruh elemen — mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat umum — untuk bersatu dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi muda. Menurutnya, anak muda perlu difasilitasi dan diberdayakan agar tidak mencari pelarian yang salah.

"Kami tidak butuh janji, kami butuh tindakan. Saatnya bersama-sama bertindak untuk masa depan daerah yang bebas dari narkoba," pungkasnya. (Ari)